Sabtu, 16 Juli 2011

GAMBAR PROYEKSI

Menggambar suatu obyek nyata terhadap bidang datar dengan metode yang sistematis atau suatu bentuk gambar yang mampu memberikan suatu gambaran tentang bentuk ,ukuran, dan kedudukan suatu benda dalam bentuk dua dimensi. Atau  secara sederhana adalah memindahkan obyek nyata ke bidang datar. Obyek dapat berupa titik, garis, bidang, benda-benda atau perpaduan. Hasilnya akan memberikan pengertian atau informasi tentang bentuk, ukuran, dan posisi obyek benda dalam bentuk dua dimensi.
Gambar proyeksi terbagi menjadi dua bagian, yaitu
A.  Paralel Proyeksi (Proyeksi Sejajar)
      Proyeksi yang menggunakan pertolongan garis-garis atau sinar-sinar sejajar. Akibat dari itu maka benda hasil proyeksi akan didapat sama besarnya dengan benda yang diproyeksikan.

B.  Central Proyeksi (Proyeksi Memusat)
      Suatu system gambar proyeksi yang menggunakan garis-garis proyeksi atau sinar proyeksi memusat pada satu titik, sehingga benda yang diproyeksikan hasilnya akan lebih kecil bila dibandingkan dengan benda aslinya.



Berdasarkan posisi benda terhadap bidang proyeksi dan arah pandang mata terhadap benda, maka proyeksi paralel dibagi menjadi 3 macam
a. Proyeksi Ortogonal (sejajar)
b. Proyeksi oblique (miring)
Posisi benda terhadap bidang proyeksi masih tetap, tapi arah pandang mata berpindah ke samping atau miring. Sehingga dapat dilihat ketiga bagian benda tersebut. (atas, depan, dan samping).

c. Proyeksi axonometri (berputar)
 Arah pandang mata tetap tetapi kedudukan benda berubah dengan cara memutar atau menggeser benda tersebut dengan sumbu putar pada salah satu rusuknya.



Proyeksi Ortogonal
Gambar suatu obyek dengan skala yang tepat. Ukuran yang dicantumkan adalah ukuran sebenarnya/nyata atau disebut proyeksi tegak lurus. Sebab cara memproyeksikan benda dengan menarik garis/sinar tegak lurus terhadap bidang proyeksi melalui setiap titik sudut benda. Pandangan mata kita juga satu arah tegak lurus terhadap benda tersebut. Sehingga menghasilkan gambar dari satu arah pandangan yang memberikan informasi satu bagian (atas, depan, samping) dari benda tersebut.




Proyeksi orthogonal dibagi menjadi dua, yaitu
1.   Ortogonal Sistem Eropa
      Menggambar obyek gambar dari sisi penglihatan (tampak) yang terdekat.
2.   Proyeksi Sistem Amerika
      Menggambar obyek gambar dari sisi penglihatan (tampak) yang terjauh.


Kedua system proyeksi orthogonal ini mempunyai perbedaan pokok, yaitu
1.   Kedudukan bidang proyeksi terhadap benda serta garis bidang proyeksi tersebut.
2.   Jumlah gambar yang dihasilkan menurut jumlah pandangan mata dari berbagai arah.

Sistem eropa kedudukan bidang proyeksi terletak dibelakang benda, apabila arah pandang mata yaitu
a.   Atas, gambar terletak dibidang proyeksi bawah.
b.   Depan, gambar terletak dibidang proyeksi belakang.
c.   Samping kiri, gambar terletak dibidang proyeksi kanan.
d.   Samping kanan, gambar terletak dibidang proyeksi kiri.
Sedangkan system amerika kedudukan bidang proyeksi terletak didepan mata, sehingga hasil gambar akan selalu sesuai dengan arah pandangan mata. Arah pandang mata dari atas gambar terletak dibidang proyeksi atas dan seterusnya.
Arah pandangan mata di dalam proyeksi orthogonal system eropa cukup tiga dan hasil gambarnyapun tiga buah yaitu pandangan atas (bidang proyeksi I ), pandangan depan (bidang proyeksi II), pandangan samping (bidang proyeksi III). Sedangkan system amerika dihasilkan enam buah yaitu tampak depan, tampak atas, tampak bawah, tampak kanan, tampak kiri, dan tampak belakang.

Proyeksi orthogonal system eropa  ciri utamanya adalah dalam hal bidang proyeksinya yaitu selalu menggunakan tiga buah bidang proyeksi dan kedudukan benda yang akan diproyeksikan terletak diantara bidang proyeksi tersebut yang akhirnya benda hasil proyeksi menjadi tiga buah yaitu proyeksi kesatu pada bidang satu, proyeksi kedua pada bidang dua, dan proyeksi ketiga pada bidang tiga.
  
Selanjutnya ketiga bidang tersebut direbahkan sehingga menghasilkan bentuk gambar dua dimensi.


Bidang I, II, dan III berpotongan pada satu garis perpotongan yang disebut sumbu proyeksi. Fungsi sumbu adalah untuk menentukan benda yang akan diproyeksikan sehingga kedudukannya jelas dan pasti, disebut koordinat (X, Y, Z).

Keterangan gambar
1.   Sumbu X, Perpotongan bidang I dan II
2.   Sumbu Y, perpotongan bidang I dan III
3.   Sumbu Z, perpotongan bidang II dan III
Titik 0 disebut titik pusat



Koordinatnya
a.  bidang I ( X,Y )
b.  bidang II ( X,Z )
c.  bidang III ( Y,Z )

Contoh 
titik A (3,4,5), carilah gambar proyeksi I, II, dan III


Bahan dan alat gambar
1.   Kertas karton A4
2.   Pensil mekanik
3.   Jangka
4.   Bulpen
5.   Busur
6.  Penggaris

Proyeksi bidang, proyeksi benda, proyeksi bentangan, proyeksi ukuran sebenarnya, proyeksi penggulingan benda, proyeksi benda terpotong materinya menyusul. Saya berharap semoga modul ini bermanfaat dan siswa lebih niat dalam mengikuti KBM seni rupa. Maaf bila ada kesalahan dalam pengetikan. Terima kasih atas perhatiannya.

Silahkan buka juga disini dan disni


Guru Seni Rupa



Hadiyanto, S.Pd
NIP. 500119753






























PROYEKSI BIDANG TEGAK LURUS

Materi kali ini masih tentang proyeksi bidang, tapi bidang tegak lurus yang dimiringkan
atau diserongkan. Bidang tegak lurus terlihat seperti garis karena arah pandang mata tegak lurus/sejajar terhadap bidang tersebut. Rumusnya


Yang pasti bahwa bidang (segi beraturan) tegak lurus di proyeksi berapapun maka gambarnya hanya berupa garis di proyeksi tersebut. Dalam bidang tegak lurus harus juga memperhatikan soal ada keterangan atau tidak. Misalnya berapa derajat terhadap proyeksi/sumbu artinya besarnya sudut diukur dari proyeksi/sumbu tersebut. Gambar awal/asli ada di proyeksi itu juga. Juga perhatikan titik terdekat pusat sumbu, titik sebagai sumbu putar. Agar tidak salah dalam menentukan posisi gambar segi beraturan (bidang). Contoh
1.    Segiempat ABCD tegak lurus di proyeksi II miring kanan 30°. CD sebagai sumbu putar. Koordinat C (2,2,1) dekat pusat sumbu. AB&CD=2, AD&BC=3
2.    Segitiga ABC tegak lurus di bidang I serong kanan30°. AB sebagai sumbu putar. Koordinat A (1,2,1) dan dekat pusat sumbu. AB=2, T=3
3.    Segilima ABCDE tegak lurus di proyeksi III miring kedepan 35°. AB sebagai sumbu putar, A dekat pusat sumbu. Pusat lingkaran (4,2,4), diameternya 6
4.    Segilima ABCDE tegak lurus di bidang I diputar kekanan 30° bertumpu pada AB. AB terjauh terhadap bidang III. Pusat lingkaran (4,2,4) diameternya 6
5.    Segilima ABCDE tegak lurus di proyeksi II miring kiri 30° terhadap sumbu X (proyeksi I). AB sebagai pusatnya dan A dekat pusat sumbu. Pusat lingkaran (4,2,4) diameter 6
Demikianlah materi kali ini semoga mengerti apa isi dari materi ini. Selamat mencoba dan mengerjakan tugas dengan baik. Maaf bila ada kesalahan dalam pengetikan. Terimakasih

Guru Seni Rupa



Hadiyanto, S.Pd
NIP. 500119753
 

Tidak ada komentar: